Wednesday, July 4, 2012

Langkah Heinze Tuju Renato Dall'Ara


BOLOGNA, KOMPAS.com - Gabriel Heinze segera menuju Renato Dall'Ara, markas Bologna. Kenapa AS Roma melepasnya?

Menurut sumber Football Italia, Heinze bukan jadi bagian vital rencana pelatih baru Roma, Zdenek Zeman.

Eks bek Manchester United itu tak perlu buang banyak waktu untuk cabut dari Olimpico. Rabu (4/7/2012) waktu Italia, Heinze diperkirakan segera meneken kontrak berdurasi dua setengah tahun di depan para petinggi "I Rossoblu".

Sementara itu, Roma diberitakan telah mendapatkan striker Rumania berusia 21 tahun, Adrian Stoian. "I Giallorossi" memastikan kepemilikan penuh atas Stoian dengan membeli hak yang dimiliki Bari terhadap pemain tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Roma memberikan kiper U-21 Rumania, Alexandru Pena, kepada Bari.


Via: Langkah Heinze Tuju Renato Dall'Ara

Tuesday, July 3, 2012

Dialektika Pencarian 11 Bintang


KOMPAS.com - Asosiasi Sepak Bola Eropa mengumumkan skuad Piala Eropa 2012 yang terdiri dari pemain-pemain pilihan pada posisi spesial mereka. Nama-nama bintang yang selama ini banyak disebut dan diperbincangkan itu masuk dalam daftar 23 pemain bintang Benua Biru.

Direktur Teknik Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Andy Roxburgh mengatakan, ke-23 pemain itu layak dipilih karena kontribusi mereka yang signifikan terhadap tim. Andrea Pirlo sungguh tampil hebat untuk Italia. Xavi Hernandez menjadi pemain terbaik pada 2008, dan berpotensi bisa merebut penghargaan itu lagi. Xabi Alonso hebat, tetapi (khususnya) Andres Iniesta, dia membawa pesan soal kreativitas dan ketajaman sepak bola dan tampil impresif selama kejuaraan, kata Roxburgh.

Tiga penjaga gawang yang terpilih adalah kiper Italia, Gianluigi Buffon, Iker Casillas (Spanyol), dan Manuel Neuer (Jerman). UEFA rupanya tak mau gegabah dengan mencoret kiper-kiper yang kebobolan gol pada laga-laga penting. Sebut saja Buffon yang kebobolan empat gol di final dari Spanyol dan Neuer yang kemasukan dua gol yang terkesan mudah, keduanya oleh Mario Balotelli di semifinal.

Tetap terpilihnya Buffon dan Neuer, salah satunya diyakini karena sepak bola adalah permainan tim sehingga performa kiper sangat dipengaruhi barisan pertahanannya. Buffon misalnya, tak hanya dinilai saat menghadapi Spanyol, tetapi juga ketika melawan Inggris. Pada laga perempat final itu, Inggris punya beberapa peluang, salah satunya melalui tendangan jarak dekat Glen Johnson. Namun, refleks Buffon yang masih bagus menyelamatkan gawang tim Azzurri.

Pique dan Lahm

Gerard Pique termaafkan dari keteledorannya saat Spanyol kebobolan oleh gol Antonio Di Natale pada laga babak grup. Dengan demikian, namanya masuk di deretan pemain bertahan bersama Fabio Coentrao dan Pepe (Portugal), Philipp Lahm (Jerman), serta Sergio Ramos dan Jordi Alba (Spanyol).

Jika kuartet pemain bertahan hendak disusun, formasinya menjadi Alba-Pepe-Ramos-Lahm. Atau bisa juga Alba-Pepe-Pique-Ramos. Sedikit berbeda dengan ini adalah empat bek pilihan kolumnis ESPN, Richard Jolly, yang memilih kuartet Alba-Pepe-Ramos-Joao Pereira (Portugal). Bagi Jolly, bagaimana Lahm lengah sehingga Jerman kebobolan dua gol dari Italia bisa jadi ihwal yang membuat pemain Bayern Muenchen itu gagal masuk The Best XI ESPN.

Adapun Redaksi Kompas menentukan kuartet bertahan Eropa meliputi Alba-John Terry (Inggris)-Pepe-Ramos. Yang juga menarik adalah terpilihnya bek kanan Perancis, Mathieu Debuchy, dalam starting eleven pilihan penggemar sepak bola yang dihimpun UEFA.com.

Nama-nama gelandang terpilih adalah jaminan kualitas. Mereka adalah Daniele De Rossi, Pirlo (Italia), Steven Gerrard (Inggris), Sami Khedira dan Mesut Oezil (Jerman), serta empat pemain Spanyol, Xavi, Iniesta, Sergio Busquets, dan Xabi Alonso. Andai formasi 4-2-3-1 dimainkan, maka dua gelandang bertahan bisa terdiri dari duet Khedira-Pirlo, Alonso-Pirlo, atau Busquets-Pirlo. Variasi trio gelandang serang bisa beberapa alternatif. Salah satunya Iniesta-Xavi-Oezil.

Di lini depan, lima pemain yang masuk The Best XI UEFA tak lain Balotelli (Italia), Cristiano Ronaldo (Portugal), Zlatan Ibrahimovic (Swedia), dan dua gelandang serang Spanyol, David Silva dan Cesc Fabregas. Terpilihnya Fabregas tak lain berkat aksinya yang menawan dalam posisi penyerang murni, sementara dia sebenarnya gelandang serang atau diistilahkan dengan false nine.

Keberadaan Ibra juga apresiasi yang layak atas sumbangan striker AC Milan itu terhadap tim Swedia meski akhirnya gagal lolos dari grup. Salah satu gol Ibrake gawang Perancis termasuk salah satu gol indah Piala Eropa 2012. (ADP)


Via: Dialektika Pencarian 11 Bintang

Fabregas: Kami Lebih dari Sekadar Tim Sepak Bola


KIEV, KOMPAS.com - Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, mendapat peran istimewa sepanjang Piala Eropa 2012, yang dimenangi timnya, yakni peran yang kerap diistilahkan sejumlah kalangan dengan sebutan false nine. Penyerang murni walau bukan berposisi seperti striker, tetapi gelandang juga bukan, dalam formasi tim Spanyol yang tanpa striker murni (strikerless).

Kontribusi Fabregas dalam mengantarkan Spanyol juara tak perlu diragukan. Pemain Barcelona berusia 25 tahun itu membukukan 2 gol dan 1 asis. Asis briliannya kepada David Silva membuahkan gol pembuka Spanyol dalam kemenangan 4-0 atas Italia pada final di Stadion Olimpiade, Kiev, Ukraina, Senin (2/7) dini hari WIB.

Seusai laga, saat keluar dari ruang ganti dan berjalan menuju bus melewati area mixed zone, tempat wartawan menunggu pemain, Fabregas terlihat ceria. Di depan kumpulan wartawan berbahasa Inggris, mantan pemain Arsenal itu berhenti dan memberikan keterangan panjang-lebar seputar penampilan Spanyol, prospek tim itu ke depan, hal-hal apa saja yang membuat Spanyol begitu perkasa, dan juga rencana-rencana ke depannya.

Berikut petikan wawancara wartawan, termasuk Kompas, dengan Fabregas di area mixed zone Stadion Olimpiade.

Tanya (T): Anda sudah memenangi semuanya: Piala Dunia, Piala Eropa. Anda merasa ini bukan yang terakhir, kan?

Jawab (J): Saya masih kurang dalam dua hal, yakni satu paket komplet dalam sepak bola, yakni (juara) Liga Champions dan (juara) liga. Saya ingin menjuarai liga bersama Barcelona tahun ini. Jadi, itulah yang saya kejar musim ke depan ini.

T: Terkait perdebatan soal permainan Spanyol yang membosankan, penampilan hari ini mungkin jawabannya. Komentar Anda?

J: Saya pikir, kami telah memperlihatkan (gaya permainan) itu bertahun-tahun. Kami punya gaya permainan sendiri. Kami bermain dengan maksud bukan untuk disukai semua orang. Jelas, kami percaya terhadap apa yang kami lakukan. Kami biasa tampil dengan cara seperti ini.

Kami tak bisa bermain dengan cara lain, seperti bola-bola panjang. Sebab, Iniesta tidak kuat, saya tidak kuat, Silva tidak kuat, Xavi tidak kuat. Jadi, kami harus memainkan sepak bola yang cepat dengan kombinasi. Seperti ini permainan sepak bola yang kami sukai dan kami menikmatinya. Saya pikir, kami berbangga dengan trademark bahwa kami memenangi treble. Inilah cara yang kami mainkan.

Kumpulan pemain ini lebih dari sekadar tim. Kami semua teman satu sama lain. Kami suka bermain kartu bersama, kami suka dalam suasana bersama-sama. Ada hal lain, ini bukan sekadar tim sepak bola. Lebih dari itu.

T: Arsene (Wenger) mengatakan, Spanyol tanpa striker lebih berbahaya dan Anda sepertinya lebih pas tampil di depan?

J: Saya kira, tidak. Saya bisa katakan, kami bermain luar biasa dalam empat tahun terakhir dan saya berbicara kepada Wenger beberapa pekan lalu, kami butuh David Villa dan Carles Puyol. Namun, kami punya sumber daya pemain dan semua pemain, termasuk Sergio Ramos akan tampil lagi pada turnamen berikutnya. Saya ingin bermain pada saat Fernando Torres juga tampil. Yang juga bagus dari tim ini adalah semua pemain di bangku cadangan kami. Kami punya Torres, (Juan) Mata yang bisa membuat perubahan di Chelsea. Semua pemain mampu tampil dalam level puncak.

T: Anda lihat, pemain seperti Xavi yang akan berumur 34 tahun saat Piala Dunia 2014 di Brasil. Apakah masih ada prestasi yang ingin diperlihatkan tim (Spanyol) pada masa-masa mendatang?

J: Ya. Semua orang mengatakan, kami akan berakhir setelah Piala Dunia (2010). Kami telah memenangi Piala Eropa dan Piala Dunia. Kali ini, kami baru memenangi Piala Eropa. Kami baru mencetak treble. Belum pernah ada yang melakukan ini dalam sepak bola. Jadi, kami bangga.

T: Jika tak keberatan, apa komentar Anda tentang tim Inggris di turnamen ini?

J: Saya pikir, mereka bermain bagus. Namun, mungkin terlalu defensif, bukannya lebih menyerang dalam permainan. Mereka punya pemain-pemain yang harus ditundukkan. Mungkin mereka cenderung terlalu protektif di lini belakang daripada maju menyerang. Namun, saya suka cara Inggris bermain dan mereka hanya tidak beruntung saat kalah dalam adu penalti dengan Italia karena semua hal bisa terjadi.

T: Xavi mengatakan suka dengan gaya bermain Anda. Apakah gaya permainan terpengaruh oleh gaya yang diperagakan Xavi?

J: Tentu saja. Ini gaya permainan kami dalam enam tahun terakhir. Mungkin di Jerman kami tidak tampil seperti yang kami inginkan. Namun, setelah itu, kami tampil dalam level yang sangat-sangat tinggi. Kami sangat senang dengan cara permainan yang kami peragakan. Mungkin membosankan, tetapi itu hal yang berbeda. Anda bisa menilai sebuah tim membosankan, saya tidak terlalu memikirkan hal itu.

T: Apakah Anda pernah melihat permainan Brasil tahun 1970- an? Gaya permainan yang Anda tampilkan malam ini sepertinya mirip mereka....

J: Tidak. Kami mempersiapkan diri untuk final. Dan Anda membicarakannya. Kami hanya ingin tampil bagus, untuk negeri kami, untuk terus menang dan juara, membuat warga negeri kami tetap gembira. Ini Spanyol yang sangat sulit untuk dihadapi, tetapi membuat banyak orang gembira, setidaknya malam ini.

T: Bagaimana Anda mempertahankan tekad kuat dan determinasi untuk tetap bisa juara setelah begitu sering menang?

J: Sulit untuk menjelaskannya. Kami ini hanyalah manusia biasa. Kami berlatih keras, bermain keras, bermain tenis meja bersama sebagai teman, kami menonton film bareng, dan kami juga saling bertemu dengan keluarga masing-masing. Saya tidak tahu, ini atmosfer yang benar-benar indah. Kelihatannya satu generasi akan pergi, tetapi pemain yang ada tetaplah sama. Kami tetap sama. Kami sederhana, kami ingin bekerja keras, juga percaya keberuntungan.

T: Seberapa penting sosok Vicente del Bosque dalam hal ini?

J: Dia figur yang sangat penting karena dia selalu membuat suasana tenang dan menyebarkan ketenangan itu kepada kami. Dia tidak membuat kami gugup. Dia hanya ingin kami bermain seperti yang kami sukai dan Anda bisa nikmati. Dia benar-benar pelatih spesial bagi Spanyol.

T: Apakah generasi baru pemain Spanyol sudah siap mempertahankan sukses ini?

J: Kami harus terus melangkah. Xavi, Iker Casillas, dan Puyol telah tampil bersama timnas selama 12 tahun. Anda harus tetap mempertahankan performa. Mereka harus memikul tanggung jawab. Dan seperti Jordi Alba, dia tampil luar biasa, masih berusia 23 tahun. Kami ingin semua ini terus berlanjut.

Busquets, Iniesta, saya, Alba masih berusia 23 atau 25 tahun. Ini usia yang tepat untuk tampil pada turnamen level tinggi.

(Mh Samsul Hadi dari Kiev, Ukraina)


Via: Fabregas: Kami Lebih dari Sekadar Tim Sepak Bola

Pedrosa Bidik Hat-trick Juara di Sachsenring


Sachsenring - Dani Pedrosa selalu kalah bersaing dengan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo di sepanjang musim 2012. Di MotoGP Jerman akhir pekan ini, dia berharap bisa menang untuk menggenapi hat-trick podium teratas di Sachsenring.

Penampilan Pedrosa di musim 2012 ini sesungguhnya sangat stabil dan memuaskan tim Honda. Meski belum pernah memenangi balapan, dia berhasil enam kali naik podium dari tujuh balapan yang sudah digelar.

Jika ada peluang buat Pedrosa mengalahkan Stoner dan Lorenzo, maka kans tersebut terbuka sangat lebar di MotoGP Jerman. Di sana, pembalap asal Spanyol itu jadi juara di dua musim terakhir.

"Sachsenring menjadi lintasan di mana kami meraih sukses di masa lalu. Kami punya hasil yang sangat baik di sini dan ini adalah sirkuit di mana saya selalu menikmati balapannya," sahut Pedrosa seperti diberitakan Crash.

Dengan Lorenzo akhir pekan lalu gagal dapat poin, selisih Pedrosa dengan dua pembalap di posisi teratas kini hanya berjarak 19 poin. Itu artinya dia bisa saja menggeser kedua seterunya itu andai dapat posisi teratas.

"Setiap balapan punya nilai penting dan kami harus bekerja keras sambil menunggu waktu kami tiba. Kami menjalani akhir pekan yang bagus di Assen dan kami harus mengulanginya di Jerman; semoga kami bisa meraih kemenangan pertama di 2012, hal mana sangat kami inginkan saat ini," lugas Pedrosa.



Via: Pedrosa Bidik Hat-trick Juara di Sachsenring

Balotelli Ragu Bakal Jadi Ayah


ROMA, KOMPAS.com - Mario Balotelli sepertinya belum percaya bakal menjadi seorang ayah. Penyerang Manchester City itu ingin melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa anak yang dikandung oleh mantan pacarnya, Raffaella Fico, adalah darah dagingnya.

Publik Italia dibuat gempar dengan pengakuan Fico beberapa waktu lalu. Fico yang merupakan seorang model tersebut mengungkapkan tengah hamil empat bulan, hasil dari hubungan percintaannya dengan Balotelli.

Balotelli mengaku akan bertanggung jawab. Namun, ia ingin melakukan tes DNA untuk membuktikan dirinya benar ayah dari janin yang dikandung Fico.

"Meskipun tidak suka berbicara mengenai kehidupan pribadi, aku merasa berkewajiban untuk menjelaskan hubunganku dengan Raffaella Fico. Hubungan kami berakhir pada awal April dan sejak itu kami belum pernah bertemu, atau mengetahui kabar satu sama lain," jelas Balotelli.

"Aku tidak ada hubungan lagi dengan Raffaella. Begitu juga dengan dia. Raffaella tahu betul bahwa sejak kami berpisah, aku tidak berniat untuk kembali kepadanya. Namun, aku tidak pernah membicarakan apa yang telah terjadi dengan kami, sekalipun ada hal yang tidak benar tertulis mengenai kami," tambahnya.

"Beberapa hari lalu, aku mendengar dari orang lain bahwa dia hamil. Terkait hal itu, aku menghubungi dia. Dia mengonfirmasikan bahwa dirinya benar hamil. Aku sangat kecewa. Aku tidak berpikir hal ini normal karena aku mengetahui segalanya setelah empat bulan (usia kandungan Fico)."

"Aku tidak mengerti mengapa dia tidak menghubungiku segera untuk mengatakan sesuatu yang cukup penting. Aku akan bertanggung jawab jika terbukti itu anakku," bebernya.

Balotelli malah menuding Fico hanya mencari sensasi. "Aku melihat dia berusaha menghasilkan uang dari cerita ini dengan menjual foto dan wawancara. Aku pikir, Fico sudah cukup terkenal sehingga tidak harus mengambil keuntungan dari cerita ini untuk tujuan publisitas," tegasnya. (GL)


Via: Balotelli Ragu Bakal Jadi Ayah

Xavi Siap Main di Piala Dunia 2014


KOMPAS.com - Xavi Hernandez yang menjadi salah satu roh permainan Spanyol, menyatakan siap tampil di Piala Dunia 2014 di Brasil selama diberi kepercayaan oleh pelatih.

Tak terbantahkan lagi bila Xavi Hernandez merupakan salah satu sosok penting keberhasilan Spanyol menjuarai tiga turnamen besar dalam empat tahun terakhir. Pada 2014, usianya sudah 34 tahun. Namun, dia masih menunjukkan semangat yang membara.

Jika lolos dari babak kualifikasi Zona Eropa, "La Furia Roja" bakal menjadi tim yang paling dinanti. Selain juara bertahan, Spanyol terus menunjukkan sepak bola superior dalam empat tahun terakhir.

Tahun ini, Xavi telah genap berusia 32 tahun. Di usia mendekati akhir karier, Xavi masih menunjukkan kapabilitasnya sebagai pengatur serangan kelas wahid di dunia. Dua assist di partai final Piala Eropa 2012 melawan Italia menjadi bukti kehebatan pemain bernama lengkap Xavier Hernandez i Creus itu.

Sepanjang Piala Eropa 2012, Xavi tercatat sebagai pemimpin beberapa kategori individu. Pemain Barcelona tersebut paling banyak menghasilkan jumlah umpan sukses, jumlah umpan berbahaya, serta jumlah umpan silang sukses di antara pemain-pemain lain.

Kepemimpinan Xavi selama Piala Eropa 2012 juga dibutuhkan oleh rekan-rekannya. Pernah suatu ketika, kamera televisi menangkap Xavi terlihat memberi instruksi kepada teman-temannya saat Spanyol mulai kehilangan konsentrasi beberapa saat melawan Kroasia. Sebagai pemain tengah, terlihat jelas gestur tubuh Xavi yang mengomandoi rekan-rekan di sekitarnya agar bermain lebih rapi.

Setelah pergelaran di Ukraina dan Polandia usai, banyak yang mempertanyakan apakah Xavi akan bermain untuk Spanyol di ajang-ajang besar internasional selanjutnya. Pemain kelahiran Terrassa itu memberikan satu jawaban pasti.

"Jika baik-baik saja, aku akan berada di sana (Piala Dunia 2014). Aku akan berbicara kepada Pelatih Vicente del Bosque. Ya, aku siap bermain di Brasil," ucap Xavi penuh keyakinan.

Namun, risiko terburuk pasti selalu terpikirkan. Andai Xavi tidak bermain di Piala Dunia 2014, bisakah Spanyol berjaya tanpanya?

Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Spanyol juga masih memiliki beberapa pemain hebat lain. Belum lagi, kemungkinan ada nama-nama pemain muda Spanyol yang mencuat dalam dua tahun ke depan. Namun, jika Piala Eropa 2012 merupakan ajang besar terakhir Xavi bersama timnas Spanyol, rekan-rekannya atau bahkan seluruh dunia akan kehilangan salah satu pemain yang dikenal sebagai "Si Raja Umpan" ini.


Via: Xavi Siap Main di Piala Dunia 2014

Ferguson Pertimbangkan Beli 1-2 Pemain Lagi


MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson, mengaku mempertimbangkan membeli 1-2 pemain di bursa transfer musim panas ini. Namun, ia merahasiakan detail rencana transfer itu.

Sejauh ini, MU telah mendatangkan Shinji Kagawa dari Borussia Dortmund dan Nick Powell dari Crewe Alexandra. Menurut pemberitaan di Inggris, MU tengah mempertimbangkan membeli Leighton Baines (Everton) dan Joao Moutinho (FC Porto).

"Ya, selalu ada kemungkinan. Kami tengah berusaha menyelesaikan satu atau dua (urusan transfer), tetapi sejujurnya, tak ada yang bisa saya katakan kepada Anda (berkaitan dengan itu)," ujar Ferguson.

"Kami selalu berusaha menyelesaikan tugas kami di akhir musim. Kami cukup bijaksana memanfaatkan waktu ketika menegosiasikan transfer Shinji Kagawa dan kami mencapai kesepakatan transfer Nick Powell sebelum play-off, yang bagi kami adalah pergerakan bagus, karena anak itu tampil luar biasa pada laga final (League 2) di Wembley."

"Ketika Anda tak bisa menyelesaikan transfer dengan cepat dan Anda bernegosiasi dengan klub lain dalam jangka waktu panjang, Anda tak bisa berharap bisa menyelesaikan itu dengan mudah," tuturnya.


Via: Ferguson Pertimbangkan Beli 1-2 Pemain Lagi