Thursday, July 5, 2012

Anomali Perilaku Suporter Indonesia


PEKANBARU, KOMPAS.com - Nama Indonesia kembali tercoreng di kancah persepakbolaan dunia. Di tengah dukungan luar biasa untuk "Garuda Muda" saat melakoni babak kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 melawan Australia, di Stadion Utama Riau Pekanbaru, Kamis (5/7/2012), beberapa suporter tuan rumah melempar botol minum dan petasan ke dalam lapangan saat laga usai.

Aksi tersebut memang tak pernah lepas dari wajah sepak bola Indonesia karena permainan yang menjunjung sportivitas itu, justru menjadi olahraga yang menakutkan baik bagi kawan maupun lawan. Lapang dada menerima kekalahan pun hanya sebatas jargon-jargon bualan yang sangat jarang diaplikasikan dalam lapangan.

Tindakan negatif itu seakan berubah menjadi kebiasaan rutin dan tradisi. Sejumlah kekalahan baik di level klub maupun tim nasional harus diakhiri dengan pameran perilaku negatif yang justru mempertaruhkan harga diri Indonesia.

Lihat saja, kerusuhan antar suporter beberapa waktu lalu yang mengakibatkan sembilan nyawa melayang sia-sia di Lamongan, Jakarta, dan Surabaya hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Belum lagi, lemparan botol yang berujung pembakaran fasilitas umum para suporter Persipura Jayapura ketika kecewa dengan keputusan wasit saat memimpin laga "Mutiara Hitam" versus Persija Jakarta, Mei lalu.

Memalukan

Kubu Australia pun secara lantang menyebut bahwa aksi suporter Indonesia itu sebagai tindakan yang sangat memalukan. Pernyataan itu bukan tanpa alasan, karena petasan dilempar dan meledak persis di depan tempat pemain pengganti "The Socceroos".

"Mayoritas tim kami jadi ketakutan. Seharusnya para suporter bisa lebih dewasa dalam menerima kekalahan," ucap Pelatih timnas U-22 Australia, Paul Okon, usai pertandingan yang berakhir 1-0 untuk timnya tersebut.

Kecaman ini bukan pertama kalinya dilayangkan oleh dunia internasional. Pada Piala AFF Suzuki Cup 2010 lalu, Federasi Sepak bola Filipina dan pihak AFF sempat mempermasalahkan aksi negatif suporter tuan rumah yang membunyikan terompet dan menyalakan petasan saat lagu kebangsaan Filipina dikumandangkan.

"Fans Indonesia memukuli bus tim Filipina saat memasuki kompleks Stadion. Meneriakkan caci maki dan menunjukkan bahasa tubuh yang tidak sopan. Ada 3.000 tambahan petugas Kepolisian yang ditugaskan di Stadion Bung Karno. Tetapi mereka hanya sedikit melindungi bus tim Filipina dari suporter di luar venue," tulis salah satu media Filipina ketika itu.

Lebih dewasa

Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, mengatakan agar para suporter Indonesia bisa lebih dewasa. Khusus untuk laga kualifikasi Piala Asia U-22, ia berharap agar Federasi Sepak bola Asia (AFC) tidak menjatuhkan sanksi bagi Indonesia.

Kami berharap itu tidak diberikan sanksi karena terjadi usai pertandingan. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Suporter harus mendukung timnas kita dengan cara yang benar dan sportif, ucap Djohar.

Hal senada diungkapkan asisten pelatih timnas U-22, Liestiadi. Ia juga mengkritik kesigapan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban suporter. Aparat dinilai kurang maksimal dan lambat merespons insiden tersebut.

"Sebagai bangsa yang besar mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa suporter kita bisa menerima kekalahan dengan sikap dewasa," harap Liestiadi.

Sementara itu, Gubernur Riau, Rusli Zainal, mengaku pengamanan dalam Stadion memang kurang diberlakukan secara maksimal, karena sejumlah suporter dapat membawa petasan. Ia pun berjanji, akan menambah menambah jumlah aparat keamanan yang dalam pertandingan tersebut berjumlah 700 personel.

"Saya selaku Pemerintah Provinsi Riau meminta maaf atas kejadian kecil itu. Padahal, sesungguhnya antusias dan dukungan masyarakat sudah luar biasa," kata Rusli.

Sejumlah fakta itu menunjukkan bahwa pembinaan kepada para suporter sangat mendesak dan ini perlu melibatkan banyak pihak. Tak cukup hanya dengan harapan pemberian sanksi, permintaan maaf, maupun rasa penyesalan saja. Tentu, energi untuk meraih prestasi tak akan terbagi jika para suporter tak selalu bikin ulah.


Via: Anomali Perilaku Suporter Indonesia

Alba Ancaman Buat Abidal


BARCELONA, KOMPAS.com - Jordi Alba dibeli Barcelona bukan untuk cadangan Eric Abidal. Direktur Olahraga Barcelona, Andoni Zubizarreta menegaskan, dia dibeli untuk menjadi pemain inti.

Pernyataan Zubizarreta tersebut berarti juga menegaskan bahwa Abidal akan kehilangan tempat utama. Setidaknya, posisinya di tim Barcelona mulai tak terjamin. Sebab, Alba dan Abidal sama-sama spesial pemain bek kiri. Meski Alba juga bagus di kanan, tapi posisi terbaiknya di kiri.

"Kami semua memiliki kenangan indah tentang permainannya dan bagaimana dia mencetak gol kedua dio final Piala Eropa 2012. Dia sepesialis pemain kiri. Tapi, dia juga bagus dengan kaki kanannya," kata Zubizarreta kepada surat kabar AS.

"Dia sangat cakap bermain dan bisa beradaptasi dengan banyak sistem permainan. Jordi Alba sangat cepat, dinamis, intensif, dan berteknik. makanya, Jordi didatangkan bukan menjadi pemain cadangan Abidal. Dia pemain yang akan membuat tim kami lebih baik dan lebih kompetitif," tambahnya.


Via: Alba Ancaman Buat Abidal

Australia Puji Andik Cs


PEKANBARU, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional U-22 Australia, Paul Okon, mengaku puas dengan kemenangan atas Indonesia di laga perdana kualifikasi Piala Asia Grup E di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (5/7/2012). Menurut pelatih berusia 40 tahun ini, permainan anak asuhnya sudah sangat baik dalam laga yang berakhir 1-0 tersebut. Meski begitu, Indonesia juga bermain bagus.

Gol semata wayang skuad "The Socceroos" dicetak penyerang Anthony Proira di penghujung babak pertama. Dengan hasil itu, Australia berada di peringkat dua klasemen sementara, hanya kalah selisih gol dari Jepang di puncak.

"Kami senang tim mampu beradaptasi dengan baik, karena di Australia sedang musim dingin. Permainan kami sudah baik secara keseluruhan. Saya harap penampilan ini bisa tetap ditampilkan hingga kualifikasi selesai," ujar Okon saat jumpa pers di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis malam.

Meski demikian, Okon tetap mengapresiasi semangat tinggi skuad "Garuda Muda" dalam laga tersebut. Secara khusus ia memberikan pujian kepada kapten timnas Indonesia, Andik Vermansyah, yang bermain cukup baik. "Dia (Andik) pemain yang sangat luar biasa. Tetapi, di samping itu, kami akan terus mengevaluasi tim kami sendiri agar lebih fokus di laga-laga berikutnya," ucap Okon.


Via: Australia Puji Andik Cs

Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum Diikuti 1.000 Peserta


Kudus - PB Djarum kembali menggelar Audisi Beasiswa Bukutangkis untuk menjaring bakat-bakat muda di tanah air. Untuk penyelenggaraan tahun 2012 ini, tercatat ada lebih dari 1.000 peserta berpartisipasi.

Bertempat di GOR PB Djarum di Kota Kudus, Audisi Beasiswa Bukutangkis mulai digelar mulai Kamis (6/7/2012) hingga Minggu (8/7/2012) mendatang. Sebanyak lebih dari 1.000 peserta dengan usia mulai dari 10-15 tahun berpartisipasi dalam penyelenggaraan tahun ini.

"Audisi Umum PB Djarum tahun ini luar biasa. Sudah lebih dari 1.000 atlet mendaftarkan diri, berdasarkan data tanggal 3 Juli 2012. Setiap tahun peserta Audisi Umum selalu menunjukkan tren meningkat," ungkap Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, dalam rilis yang diterima detikSport.

Ribuan anak-anak hingga remaja yang datang tersebut tak cuma berasal dari Pulau Jawa, beberapa di antaranya datang jauh dari Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi.

Audisi akan dilakukan dalam empat tahapan. Nantinya mereka yang berhasil lolos masuk menjadi skuad PB Djarum akan menjadi penghuni asrama Atlet PB Djarum.

"Kami mencari atlet dengan kualitas terbaik, bukan kuantitasnya. Atlet yang tangguh, pantang menyerah, memiliki daya juang tinggi dan bermental juara adalah kriteria atlet yang kami cari. Oleh karena itu, proses seleksi ini akan berlangsung dengan ketat," ujar Fung Permadi, Manager Tim PB Djarum.

PB Djarum selama ini memang rutin mengirim atlet-atletnya ke berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat regional, nasional hingga internasional. "Hal ini merupakan program yang kami persiapkan untuk tetap mengharumkan nama Indonesia di ajang Dunia," lanjut Yoppy Rosimin.

Selain seleksi pemain, acara audisi di Kompleks GOR PB Djarum juga dimeriahkan dengan berbagai stand
Via: Audisi Beasiswa Bulutangkis PB Djarum Diikuti 1.000 Peserta

Serena Jumpa Radwanska di Final


London - Serena Williams sukses menghentikan perlawanan Victoria Azarenka di semifinal Wimbledon. Di final Serena akan menghadapi unggulan ketiga, Agnieszka Radwanska.

Dalam laga yang tuntas, Kamis (5/7/2012) malam WIB, Serena mengalahkan Azarenka lewat pertarungan dua set yang cukup ketat, 6-3 dan 7-6
Via: Serena Jumpa Radwanska di Final

Susunan Pemain Indonesia Vs Australia


PEKANBARU, KOMPAS.com - Berikut susunan pemain Indonesia dan Australia yang akan saling berhadapan dalam babak kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (5/7/2012).

Indonesia: 45-Aji Saka (kiper), 3-Dany Saputra, 4-Syaiful Indra Cahya, 5-Nurmufid, 9-Hendra Adi Bayauw, 10-Andik Vermansyah (kapten), 14-Rasyid, 18-Agung Supriyanto, 25-Agus Nova, 31-Syahroni, 47-Fandi Eko Utomo

Cadangan: 1-Muhammad Ridwan, 36-Novrianto, 44-Dima Ragil Satria Rakasiwi, 6-Dio, 13-Kurniawan, 15-Mustaid Billah, 21-Yoshua Pahabol, 8-Ridwan Awaludin, 27-Achmad Faris, 28-Safrudin Tahar, 30-Teguh Wahyu, 44-Bima Ragil Satria Ragil Rakasiwi
Pelatih: Aji Santoso

Australia: 18-Nicholas Munro (kiper), 2-Joshua Brilliante, 3-Connor Edward Chapman, 5-Corey Edward Brown, 6-Reece Caira, 16-Giancarlo Gallifuoco, 11-Jesse David Makarounas, 8-Jake Barker-Daish, 42-Benjamin Garuccio, 14-Anthony Proia, 18-Nicholas Munro, 10-Terry Antonis (kapten)

Cadangan: 12-Aaron Lenox, 15-Nick Fitzgerald, 17-Mitch Cooper, 21-Brandon O'Neill, 23-Yianni Jonathon Perkatis, 41-Riley Paul Woodcock, 43-Luke Anthony O'Dea, 13-Daniel Petkovski, 19-Jason Geria, 20-James Donachie, 39-David Vrankovic
Pelatih: Paul Okon

Wasit: Tai Han (China)


Via: Susunan Pemain Indonesia Vs Australia

Berita Foto: "Meet and Greet" Cesc Fabregas


JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu geladang tengah Barcelona, Cesc Fabregas, kembali mengunjungi Indonesia. Kedatangannya disambut antusias oleh para fans Barcelona di Indonesia. Mengunakan kostum dan menyanyikan lagu-lagu yang sering dinyanyikan oleh suporter Barcelona mereka menyambut Fabregas.

Setelah jumpa pers, Cesc Fabregas menyempatkan diri untuk bermain futsal bersama anak-anak yang hadir dalam acara yang digelar Biskuat bertajuk "Rahasia Energi Sang Juara" di Britama Sport Mall Kelapa Gading, Kamis (5/7/2012).

Selain itu panita mengadakan lelang yang hasilnya akan disumbangkan dalam kegiatan sosial perusahaan (CSR) PT Kraft Indonesia. Barang yang dilelang adalah sepatu milik Fabregas yang akan dipakai pada pertandingan persahabatan tim Fabregas and Friends melawan Indonesia Selection, Kamis malam di Stadion Gelora Bung Karno.

Dalam lelang tersebut, pasangan Donna Agnesia dan Darius Sinathrya menjadi pemenang dan berhak atas sepatu tersebut dengan menawar seharga Rp 21 juta.


Via: Berita Foto: "Meet and Greet" Cesc Fabregas