Tuesday, July 3, 2012

Fabregas: Brasil? Lihat Nanti


MADRID, KOMPAS.com - Spanyol menjadi tim pertama yang menjuarai tiga ajang besar secara beruntun, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Menurut gelandang Cesc Fabregas, Spanyol berpotensi mempertahankan dominasi mereka untuk jangka panjang, karena banyak pemain yang tampil di Piala Eropa 2012 berusia 23-25 tahun.

"Sebagian besar dari kami berusia 23-25 tahun. Bisa tampil di level tinggi dalam usia itu adalah pengalaman berharga," ujar Fabregas.

"Kami beruntung mendapatkan pengalaman bagus ketika berusia 21 tahun. Semoga itu dan sukses yang telah kami raih akan menjadikan kami lebih baik ketika berusia 27 dan 29 tahun."

"Dari segi usia, kami bisa terus berada di level ini untuk waktu yang lama, tetapi pada saat yang sama, kita akan lihat dalam kondisi apa kami tiba di Brasil," tuturnya.


Via: Fabregas: Brasil? Lihat Nanti

Lorenzo: Perburuan Gelar Dimulai Lagi di Sachsenring


Berlin - Perolehan angka Jorge Lorenzo di klasemen pebalap MotoGP kini disamai oleh Casey Stoner. Lorenzo menegaskan bahwa perburuan gelar akan kembali dimulai di MotoGP Jerman.

Di MotoGP Belanda, akhir pekan lalu, Lorenzo gagal finis. Laju pebalap Yamaha itu harus terhenti beberapa saat setelah start. Dia tertabrak oleh Alvaro Bautista yang terjatuh di tikungan pertama, hingga akhirnya tak bisa melanjutkan balapan.

Gara-gara insiden itu, plus kemenangan Stoner dalam balapan tersebut, Lorenzo kini harus berbagi tempat dengan rivalnya itu di puncak klasemen sementara pebalap. Mereka sama-sama mengoleksi 140 poin dari tujuh seri.

"Assen adalah sebuah bencana buat kami. Kami bekerja keras untuk bisa unggul di klasemen, yang sialnya hilang di tikungan pertama," jelas Lorenzo seperti dilansir oleh Autosport.

Meski mengaku tengah mengalami cedera engkel akibat kecelakaan di Assen, Lorenzo optimistis mendapatkan hasil yang baik dalam balapan di Sachsenring, akhir pekan ini.

"Saat ini kami memulai lagi dengan poin yang sama seperti Casey. Saya belum pernah memenangi balapan di Sachsenring namun kami memiliki pertarungan yang bagus di sana dan selalu finis di podium," tambah juara dunia 2010 itu.

"Itu adalah tujuan kami akhir pekan ini dan kalau mungkin bertarung untuk kemenangan. Engkel saya cukup sakit tapi untungnya tidak patah," tukasnya.


Via: Lorenzo: Perburuan Gelar Dimulai Lagi di Sachsenring

Aji: Saya Tahu Kekuatan Australia


JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Aji Santoso, mengaku mengetahui kualitas skuad Australia yang akan tampil di babak kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 di Pekanbaru, pada 5 hingga 15 Juli.

Dalam turnamen itu, "The Socceroos" menurunkan pemain muda yang sebagian besar berkompetisi di Liga Utama Australia. Dua di antara 23 pemain Australia itu bermain di Premier League, yaitu Giancarlo Gallifuoco (Tottenham Hotspur) dan Aaron Lennox (Queens Park Rangers).

"Saya sudah siapkan strategi dan sudah tahu gambaran kekuatan mereka (Australia). Skuad mereka cukup kuat, karena diperkuat dua pemain yang bermain di Premier League, dan materi pemain-pemainnya bermain di kompetisi tertinggi di Australia," ungkap Aji saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Meski demikian, Aji mengaku yakin anak asuhnya tetap akan berjuang dalam laga yang akan diselenggarakan di Stadion Utama Riau, pada Kamis (5/7/2012). Andik Vermansyah dan kawan-kawan, kata dia, akan tetap tampil maksimal dalam laga tersebut.

"Siapa pun lawannya, kita akan lawan dengan fighting spirit yang besar. Kita akan tetap berjuang mendapatkan hasil yang terbaik dengan keterbatasan ini," harap Aji.

Babak kualifikasi Piala Asia U-22 secara keseluruhan akan diikuti 41 negara yang dibagi ke dalam tujuh grup di Zona Timur dan Zona Barat. Indonesia dan Australia berada di Grup E bersama dengan Jepang, Singapura, Makau, dan Timor Leste.


Via: Aji: Saya Tahu Kekuatan Australia

Ganso Tolak Perpanjangan Kontrak


SAO PAOLO, KOMPAS.com - Gelandang Paolo Henrique Ganso menolak tawaran perpanjangan kontrak dari Santos FC. Menurut Ganso, tawaran itu tidak sesuai harapannya.

"Tawaran itu tidak sesuai harapanku. Kukira mereka akan datang dan memberikan tawaran yang lebih baik daripada itu," ujar Ganso.

"Terlepas dari soal kontrak baru, saat ini aku hanya ingin fokus bermain dan membiarkan semuanya terjadi secara alami. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi. Kuharap aku bisa tetap bermain dengan tenang," tutup Ganso.

Ganso masih terikat kontrak hingga 2015. Namun, menurut Soccernet, ia mempertimbangkan pindah ke klub Eropa, pada bursa transfer musim panas ini. Real Madrid, Chelsea, dan Manchester United disebut sebagai calon klub baru Ganso.


Via: Ganso Tolak Perpanjangan Kontrak

Madrid Dipusingkan Angka untuk Modric


MADRID, KOMPAS.com - Real Madrid tampaknya sangat serius untuk mendatangkan gelandang Tottenham Hotspur, Luka Modric. Para akuntan "Los Blancos" sedang bekerja keras merumuskan angka-angka ideal untuk bisa membawa Modric dengan harga di bawah 35 juta euro.

Selain itu, Marca mencatat, Madrid juga masih mencari angka yang akan menjadi nomor punggung Modric jika tiba di Santiago Bernabeu. Pemain asal Kroasia itu memang akrab dengan nomor punggung 14 dan 10. Nomor punggung 14 dipakainya sejak bermain di Dynamo Zagreb dan kemudian "membawanya" serta ketika pindah ke White Hart Lane.

Kemudian nomor punggungnya berganti menjadi "10" beberapa tahun lalu ketika bermain untuk tim nasional Kroasia dalam sejumlah kejuaraan di Eropa.

Manajemen Madrid bingung mencarikan nomor yang tepat untuknya karena kostum bernomor 14 sudah menjadi milik Xabi Alonso dan nomor 10 dipakai oleh bintang dan ikon Bernabeu, Mesut Oezil. Oleh karena itu, kemungkinan besar pemain berusia 26 tahun itu akan bermain dengan nomor punggung baru jika jadi menandatangani kontrak dengan Madrid.

Madrid sebenarnya bisa memberikan kepada Modric kostum bernomor punggung 8 yang selama ini menjadi milik Kaka. Juara La Liga musim lalu itu memang ingin menjual Kaka, namun pemain asal Brasil itu masih ingin tinggal di Madrid. Sejumlah media di Spanyol menyarankan nomor 23 yang pernah dipakai David Beckham untuk Modric.


Via: Madrid Dipusingkan Angka untuk Modric

Rahasia Kemenangan Spanyol Menurut Torres


MADRID, KOMPAS.com - Kemenangan Spanyol di ajang Piala Eropa 2012 berarti luar biasa bagi Fernando Torres. Peraih penghargaan sepatu emas ini memang menyumbangkan mayoritas gol, yaitu tiga gol, untuk timnya. Namun menurutnya, gol itu tak berarti apa-apa tanpa kerja sama tim yang menjadi rahasia kekuatan "La Furia Roja".

"Anda tak bisa menanyakan saya lebih banyak lagi, ini jelas kerja sama tim dan kebersamaan yang membawa kami sampai ke sini (kemenangan)," tuturnya kepada Marca seperti dilansir oleh ESPN.

Dalam sepak bola, kemenangan seperti sebuah candu. Torres mengungkapkan bahwa sekali menang, tim yang merupakan perpaduan kekuatan para individu akan terus berjuang untuk kembali menang. Timnya pun berusaha sekuat tenaga untuk bisa kembali menang sekali pun harus menghadapi tim besar seperti Italia.

Spanyol, lanjutnya, sudah menetapkan kemenangan sebagai tujuan sejak memulai turnamen ini. Kini, kemenangan ini akan menjadi bagian dari sejarah sepak bola Spanyol.

"Kami mendominasi dari awal hingga akhir dan menikmati malam yang fantastis. Sekarang kami dapat mengatakan bahwa tim-tim nasional di masa yang akan datang akan berkonsentrasi pada kami saat mencoba mencetak sejarah," katanya.

Torres didaulat menjadi peraih sepatu emas setelah mencetak satu gol dari empat gol yang dicetak oleh tim asuhan Vicente Del Bosque itu di laga final saat melawan Italia di Kiev, Minggu (1/7/2012). Dengan perolehan tiga gol dan satu umpan dalam waktu bermain hanya 189 menit dia lebih unggul atas pemain timnas Jerman, Mario Gomez.

"Sepak bola itu seperti ini. Ini Piala Eropa ketiga saya, di laga-laga sebelumnya, saya bermain di semua pertandingan dan mencetak dua gol. Di laga kali ini saya bermain lebih sedikit namun memenangi sepatu emas. Sepak bola bisa sama atau tidak sama sekali, tergantung cata Anda melihatnya, dan ini alasannya kami sangat menyukainya," tandasnya.


Via: Rahasia Kemenangan Spanyol Menurut Torres

September, Vitali Klitschko Naik Ring Lagi


Kiev - Vitali Klitschko akan kembali bertanding pada bulan September mendatang. Juara dunia tinju kelas berat versi WBC itu akan ditantang oleh petinju Jerman, Manuel Charr.

Duel Klitschko versus Charr akan dihelat di Olympic Indoor Arena, Moskow, 8 September mendatang. Ini adalah pertarungan kesembilan Klitschko mempertahankan gelarnya sejak merebutnya lagi dari tangan Samuel Peter pada Oktober 2008.

"Charr masih muda, lapar, dan tak terkalahkan," ucap Klitschko di AFP.

"Dia tak takut dengan siapa pun, selalu bergerak maju. Saya tahu bahwa dia akan sangat termotivasi melawan saya dan itulah kenapa saya pastinya tak akan membuat kesalahan dengan meremehkannya," tambah petinju Ukraina yang memegang rekor menang-kalah 44-2
Via: September, Vitali Klitschko Naik Ring Lagi